Beberapa Jenis Fumigasi Secara Umum

by:

Kesehatan

Beberapa Jenis Fumigasi Secara Umum

Beberapa Jenis Fumigasi Secara Umum

Fumigasi adalah penyemprotan gas kedalam ruangan atau kebun atau sawah yang mengandung hama atau serangga pengganggu. Bahan yang biasanya digunakan untuk melakukan Fumigasi adalah Fumigon. Fumigon sendiri dibagai menjadi dua yaitu Methyl Bromida dan Phospin. Fumigon yang sering digunakan di Indonesia adalah Fumigon jenis Phospin. Fumigasi cenderung lebih murah sehingga mudah untuk dijangkau dan dibeli. Terdapat 2 jenis fumigasi secara umum yaitu:

1. Fumigasi posphine

Fumigasi posphine merupakan jenis fumigasi yang dihasilkan dari aluminium phosphide atau magnesium phospide dalam bentuk tablet yang akan bereaksi dengan uap air di udara sehingga nantinya akan berbentuk gas phosphine. Penggunaan phosphine dalam bentuk tablet banyak digunakan sebagai fumigan untuk hasil pertanian di Indonesia. Kekurangan jenis fumigasi ini yaitu masa exposurenya yang jauh lebih lama yaitu 3 x 24 jam atau 3 hari di bandingkan masa exposure dengan menggunakan fumgasi methyl bromide. Sifat-sifat dari fumigasi posphine yaitu mudah terbakar dan meledak bila terkena air pada konsentrasi diatas 1,8 % volume.  Gas yang dibentuk bergerak dari bawah keatas dan akan mulai terbentuk setelah 1-4 jam saa kontak dengan udara. Jenis fumigasi phosphine tidak berwarna.

2.  Fumigasi methyl bromida

Fumigasi methyl bromida merupakan jenis fumigasi yang paling banyak digunakan di Indonesia karena proses kerjanya cepat, dinilai lebih efektif dari fumigasi jenis posphine serta lebih ekonomis alias harganya murah. Fumigos jenis methyl bromida bisa menjadi racun bagi kehidupan jika dalam penggunaannya tidak memperhatikan konsentrasi dan juga jangka waktunya. Masa exposurenya berlangsung 24 jam atau 1 hari. Hal ini lebih cepat dibandingkan fumigasi posphine. Proses sirkulasinya akan terjadi 30 menit setelah furmigasi dilakukan. Sifat-sifatnya antara lain tidak berwarna (dalam kondisi murni), tidak berbau dan tidak berasa, tidak mudah terbakar, gasnya bergerak dari atas ke bawah, baunya seperti chloroform atau ether, gasnya tidak menimbulkan korosi pada logam, dan meninggalkan residu pada bahan yang mengandung lemak dan protein tinggi.

Related posts:

Comments are closed.